Kitab 2Tawarikh 34:29-33
Rabu 30 Agustus 2023
Pemimpin Milenial (3)
ia membacakan segala perkataan dari kitab perjanjian yang ditemukan di rumah TUHAN itu. ~ayat 30
Yosia menjadi raja atas bangsa Yehuda dan semua suku lain yang ada di dalam kerajaannya, ia lah yang memegang kuasa pemerintahan. Tetapi tidak hanya itu, Yosia juga menjadikan dirinya sebagai pemimpin rohani bagi bangsanya. Ini tidak berarti Yosia merampas kewenangan dan otoritas para imam dan orang Lewi. Ia menunjukkan dirinya sebagai pemimpin bangsa yang bertanggung jawab atas keselamatan rakyat dalam segala aspek kehidupan mereka. Ia sendiri memposisikan diri ada dalam kesetaraan dengan rakyat ketika berdiri di hadapan Tuhan.
Langkah yang sangat tepat diambil oleh raja Yosia bagi bangsanya yaitu mengikat diri dalam perjanjian dengan Tuhan Allah Israel. Perjanjian kesetiaan ini melibatkan raja dan seluruh rakyat, tanpa kecuali, baik orang Yehuda, Benyamin dan semua penduduk dari suku lainnya. Di hadapan Tuhan, raja Yosia menegaskan bahwa mereka semua sama dan setara. Tidak ada seorang pun yang karena jabatan ia bebas dari ikatan perjanjian, dari peraturan, dari hukum dan ketetapan Tuhan. Inilah gambaran pemimpin muda yang sangat berwibawa. Wibawa diperoleh bukan dengan kekuatan militer dan kemenangan di medan perang melawan bangsa asing. Melainkan peperangan rohani melawan segala allah lain.
LANGKAH IMAN
Sepanjang tiga hari berturut kita membaca dan merenungkan firman Tuhan dari satu pasal ini tentang kepemimpinan orang muda atau yang hari ini dikenal dengan istilah milenial. Kita berbangga hati ketika ada kaum muda memberi diri dalam pelayanan yang didominasi oleh orang-orang tua. Raja Yosia dan langkah-langkah imannya patut menjadi contoh untuk ditiru oleh kita semua baik orang muda maupun yang tua. Jika Tuhan yang empunya pelayanan berkenan memanggil dan memilih kita menjadi hambaNya, maka berilah diri kita dipakaiNya. Hal pertama dan terutama yang wajib menjadi pegangan pelayanan kita ialah menjadi pemimpin rohani. Berilah diri kita dipimpin oleh firman Tuhan. Selanjutnya hikmat akan menuntun kita dengan kewibawaan Kristus. Amin!
Comments
Post a Comment