Kitab Yakobus 4:1-10
Kamis 7 September 2023
Doakan Keinginanmu (2)
Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah?
~ayat 4
Keinginan lahir dari motif hati ingin menyenangan hati Allah ataukah menyenangkan dunia. Sejak semula, di taman Eden relasi manusia dan Allah sangat akrab sebagai sahabat. Tetapi kemudian berubah menjadi permusuhan, ketika manusia memilih bersahabat juga dengan iblis. Rusaknya relasi dengan Allah berdampak luas terhadap rusaknya relasi dengan sesama, termasuk dalam persekutuan jemaat Kristen.
Relasi yang setara antar manusia berubah menjadi relasi kuasa, penuh ambisi dan kompetisi. Bahkan relasi dengan diri sendiri pun merusak, ditandai dengan hawa nafsu yang berjuang di dalam tubuh sendiri, hawa nafsu kedagingan. Yakobus mengingatkan jemaat bahwa akar permusuhan adalah persahabatan dengan iblis. Iblis menciptakan keinginan untuk mencapai keinginan dan hawa nafsu dan membungkusnya dengan nama hak asasi. Itu bukan hak asasi, tetapi tanda tidak setia kepada Allah dan mendua hati (sama dengan perzinahan rohani atau penyembahan berhala). Manusia harus belajar sadar diri bahwa hak asasinya adalah anugerah Allah, bukan sesuatu yang harus ia perjuangkan dari Allah dan sesama. Hal ini ditandai dengan kalimat, “Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!” Keinginan kita harusnya mengikuti keinginan Allah, bukan sebaliknya Allah harus mengikuti keinginan kita.
LANGKAH IMAN
Langkah iman yang kita perlukan ialah menundukkan keinginan kita kepada Allah dan lawanlah segala perintah iblis. Sadarilah bahwa perjuangan HAM zaman ini atas nama kasih Allah, sebenarnya tindakan memaksa Allah mengikuti perintah hawa nafsu iblis. Itulah yang diperjuangkan oleh para pejuang hawa nafsu yang menamakan diri pejuang HAM untuk mendukung LGBT. Tunduklah kepada Allah dalam hal berdoa yang benar, berdoa memohon Allah mengatur keinginan kita, bukan mengatur Allah mengikuti keinginan dan hawa nafsu kita. Allah bukan pemuas hawa nafsu kita. Mari lawan iblis dengan tidak ikut-ikutan berjuang bersama para pejuang hawa nafsu. Amin!
Comments
Post a Comment