Skip to main content

9 September 2023

Kitab Yakobus 5:12-20
Sabtu 9 September 2023

Hidup JUJUR (2)
Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa.
~ayat 17

Berdoa yang benar berasal dari hidup yang benar dan jujur. Itulah yang ada pada nabi Elia. Kehidupannya yang benar dan jujur dihadapan Allah, membuatnya layak didengarkan oleh Allah. Ia berdoa minta Tuhan jangan turunkan hujan dan hujan tidak turun selama tiga tahun, sehingga terjadi kekeringan hebat. Kemudian ia berdoa minta hujan dan Tuhan menurunkan hujan ke bumi. Apakah ini berarti kita boleh berdoa meminta hukuman Tuhan bagi bumi?

Pengajaran Yakobus, dengan memakai contoh doa nabi Elia, sesuai konteks ini, sama sekali tidak dimaksudkan untuk mengajarkan orang Kristen bahwa boleh berdoa meminta Tuhan menghukum bumi dan orang- orang berdosa. Sebab Tuhan sendiri tahu apa yang harus Ia lakukan terhadap dosa. Kita perhatikan ajaran Yakobus dengan benar, bahwa ia mengajarkan jemaat untuk berdoa bagi orang sakit supaya sembuh (14) dan orang-orang yang hidup menyimpang supaya bertobat dan diselamatkan (19-20). Bagi orang sakit, jika ada dosa maka perlu didoakan untuk mengaku dosa; bagi orang yang menyimpang dari kebenaran, perlu didoakan agar sadar dan berbalik. Tetapi kesembuhan, pertobatan dan keselamatan adalah hak Tuhan, bukan hak pendoa.

LANGKAH IMAN
Kadang kita salah paham. Kita berdoa meminta kepada Allah hal-hal yang baik, misalnya kesembuhan dan pertobatan dan ketika Tuhan menjawab, kita pikir itu karena doa kita, karena kita baik atau karena kehebatan seorang pendoa. Akhirnya hidup kita bukan bergantung kepada Allah, tetapi menganggap doa seperti mantera. Belajarlah dari nabi Elia. Walaupun hatinya sangat marah kepada Israel, tetapi ia berdoa meminta jangan ada hujan, bukan dengan tujuan penghukuman, melainkan demi membawa umat Tuhan kepada pertobatan. Di mata Tuhan, nabi Elia jujur. Ia benar-benar menginginkan pertobatan bagi umat Tuhan. Bagaimana dengan saudara? Adakah seseorang yang perlu saudara doakan? Apakah isi doa saudara untuknya? Amin!

Comments

Popular posts from this blog

Profil

  Hidup adalah Anugerah Allah telah bermurah hati menganugerahkan hidup, maka kami terpanggil untuk saling berbagi hidup melalui buku renungan ini. Kiranya dapat menjadi berkat dalam memenuhi kerinduan hati kita untuk terus bertumbuh di dalam Firman-Nya. “Iman tumbuh dari pendengaran akan Firman Kristus”. Komunitas Suluh Injil Pdt. Eben Nuban Timo, Pdt. Robert St. Litelnoni, Pnt. Wem Nunuhitu,  Pdt. Erna Saudale, Pdt. Selvi Kalle,  Pdt. Benjamin Nara Lulu,  Pdt. M. J. Ay-Touselak, Pdt. Elyanor V. Manu-Nalle, Pdt. Ribecca Logo-Mozes,  Pdt. Guten Selan, Pdt. Maria Litelnoni-Johannes, Pdt. Jandi Manobe,  Pdt. Sri Faot-Ledoh, Pdt. Emu Bako, Pdt. Susan Lelang-Mauko, Pdt. John Mozes,  Pdt. Lay Abdi K. Wenyi, Pdt. Iswardy Lay, Pdt. Linda Kisek, Pdt. Judith Folabessy,  Pdt. Wim Nunuhitu, Pdt. Sally Bullan, Dkn. Melky Nomleni & Pdt. Neti Nunuhitu. Logo Suluh Injil oleh Taruamang Berepalay. Alamat Sekretariat : Jl. Seruni No. 8 – Naikoten 1 Kota Kupan...

22 September 2023

Kitab 2Petrus 1:1-15 Jumat 22 September 2023 Gunakan Kesempatan Aku akan segera menanggalkan kemah tubuhku ini, sebagaimana yang telah diberitahukan kepadaku oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. ~ayat 14 Mengetahui bahwa hidup ini singkat dan mungkin waktu kita tinggal satu hari saja,  merupakan kesadaran diri yang sangat  penting. Kesadaran seperti ini bukan hanya  akan membuat  kita  diam  pasif menunggu waktu berakhir. Melainkan akan memberi semangat untuk lebih bergiat lagi, lebih berfokus kepada panggilan hidup, dan lebih serius memberi perhatian kepada orang lain untuk pertumbuhan rohani. Inilah prinsip yang dipegang oleh rasul Petrus. Ia menyadari waktu yang berlalu tidak boleh disia-siakan. Ia meyakinkan semua jemaat bahwa mereka adalah orang-orang pilihan Allah, yang dipanggil dari kegelapan kepada kemuliaan-Nya yang kekal. Hidup orang Kristen sedang menuju akhir yang indah dan mulia. Karena itu perlu mempersiapkan diri. Pakailah setiap anugerah pen...